Pemimpin Idola (Bagian II)

“Pemimpin Idola”
(Bagian II)

Bismillah . Assalamualaikum J



          Nah , sebelum membaca tulisan ini dianjurkan untuk membaca "Pemimpin Idola" (Bagian I) supaya ada relation atau kesinambungan saat membaca . Dan supaya mengetahui kisah Umar sebagai khalifah untuk menjadi acuan pada artikel ini . Setelah membaca bagian I , let's begin to read the second part !! 
         Melihat dari sosok Umar , seorang khalifah yang memang diakui kepemimpinannya, dapat tergambar bagaimanakah seharusnya sikap seorang pemimpin itu . Rakyat bukan hanya harus cerdas memilih , tetapi seharusnya cerdas juga dalam menilai sosok pemimpin yang diharapkan . Pemimpin yang amanah itu tidak perlu kampanye untuk mendapat dukungan karena tanpa kampanye pun dia sudah dapat dipercaya oleh rakyat untuk menjadi pemimpin contohnya yaitu Rasulullah S.A.W . Beliau tidak perlu kampanye untuk menjadi pemimpin , beliau tak perlu mengucap janji-janji untuk mendapat dukungan , toh beliau sudah amanah dan bahkan beliau memang orang yang benar-benar terpercaya siapapun tahu itu bahkan penentang beliau sekalipun mereka tahu bahwa beliau itu amanah sehingga mereka takut kekuasaan mereka direbut oleh Rasul karena mereka tahu Rasul lah yang pantas menjadi pemimpin , padahal Rasul itu tidak pernah mengumbar janji-janji untuk mengiming-imingi rakyat agar beliau terpilih . Calon pemimpin harusnya seperti itu , buktikan dengan perilaku bahwa dia memang benar-benar amanah bukan dengan janji belaka .
            Masalah blusukan . Lihat sosok Umar , kebiasaan beliau adalah blusukan tapi blusukan beliau bukan hanya sekedar blusukan . Umar blusukan disertai dengan hati yang ikhlas dan penuh tanggung jawab . Beliau tahu kalau seorang pemimpin itu akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat sehingga dengan upaya nya beliau berusaha membuat rakyat merasa sejahtera dan tentram . Lalu masalah sederhana . Umar adalah seorang yang sederhana bahkan karena sederhananya beliau hingga rakyatnya saja tidak tahu kalau beliau itu adalah pemimpin / khalifah . Bahkan Umar sampai menangis karena dia di amanahi menjadi seorang pemimpin , beliau tahu kalau pertanggungjawaban seorang pemimpin itu amat besar di hadapan Allah kelak . Beliau takut kalau ada rakyat yang tidak sejahtera , itulah salah satu yang akan menjadi tiket seoreang pemimpin ke neraka yaitu azab Allah yang amat pedih -Naudzubillah-.
            Pemimpin itu katanya lahir dari rakyat sehingga bisa mendengar apa kata rakyat . Tapi sebenarnya itu salah , pemimpin itu lahir dari rahim seorang ibu dari sesuatu yang hina , yang melalui proses dan tahapan yang telah ditentukan dia diciptakan oleh Allah , maka jadilah manusia itu sebagai pemimpin . Lahir di kalangan rakyat ? Bukankah semua manusia itu rakyat ? Lantas semua manusia berhak dong menjadi pemimpin ?
            Katanya islam ? Label nya negara islam ? Mayoritas penduduknya nya muslim ? Tapi ko aturannya dan hukumnya tidak berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah ? Malah berdasarkan aturan buatan manusia . Jadi Tuhannya itu Allah atau manusia ? –Jawab sendiri ya masing-masing kan punya akal dan pikiran , silahkan di renungkan- Gak malu ya hidup di langit dan bumi ciptaan Allah tapi malah mau ingkar terhadap aturan Allah ? Gak malu ya udah dikasih udara buat nafas tapi masih membantah perintah dan hukum Allah , malah mendirikan dan melestarikan aturan dan hukum sendiri yang dibuat manusia ? Gak malu ya udah diciptakan dari sesuatu yang hina dan diberi fasilitas dan potensi oleh Allah tapi malah digunakan untuk menentang Allah ? Malu lah sedikit !! –banyak merasa malu pada Allah lebih bagus-
            Apakah itu namanya blusukan dengan hati yang ikhlas ketika itu semua diperlihatkan di media massa untuk mendapat perhatian rakyat ? –saya rasa itu pamer- Apakah namanya itu sederhana ketika semua orang tahu bahwa dia adalah pemimpin atau calon pemimpin yang ‘dikatakan’ punya kekuasaan ? –saya rasa itu sombong- Apakah kampanye itu perlu ketika seseorang sudah amanah di mata semua orang ? Apakah mempromosikan diri itu perlu ketika seseorang sudah dikenal karena terpercaya ? Jika ingin jadi pemimpin buatlah dulu perubahan ke arah yang lebih baik , bukan mengumbar janji dan berkata “akan melakukan perubahan di 5 tahun mendatang” . –Lah terus dulu-dulu kemana aja ? ko baru mau melakukan perubahan ketika akan dijadikan pemimpin ?- Buktikan dulu bahwa seseorang pantas menjadi pemimpin dan kampanye yang mengundang konflik dan begitu mainstream pun tidak akan diperlukan ketika semua orang sudah tahu bahwa dia orang yang melakukan perubahan maka dengan otomatis orang akan mempercayainya untuk dijadikan pemimpin karena apa yang telah dilakukannya . Bagaimana bisa orang tahu kalau dia itu bisa menjadi pemimpin kalau dia belum pernah melakukan bukti apa-apa ? Kalau janji sih semua orang juga bisa berjanji . Lalu adakah sosok pemimpin yang sesuai dengan apa yang diharapkan ? –Jawabannya ada pada diri masing-masing-
            Terimakasih sahabat semuanya yang telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini . Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan karena saya hanya manusia yang tidak memiliki daya apa-apa kecuali ilmu dan kekuatan yang dipinjamkan oleh Allah sebagai titipan dan kesempurnaan,ilmu,kekuatan dan kebesaran itu hanyalah milik Allah .

Wassalamualaikum J
           


            

Comments