Isu Aliran "Sesat" Katanya ...

Bismillah ..
Assalamualikum everybody !!
Sebentar …. Saya mau thinking-thinking dulu nih sebelum nulis , asalkan jangan hiking dulu aja yaa kelamaan soalnya . HeHe . Bingung saya kalimat apa ya yang cocok buat mulai ? *ah elu mau mulai aja kelamaan , keburu sakit perut nih* Loh apa hubungannya sama sakit perut ? Sebenernya ga ada hubungannya sih sama sakit perut , tapi ini berbicara soal kritis , yaa soal menjadi manusia kritis kawan . *eeaaaaa mulai serius nih ceritanya ?* Baiklah kawan , pesan saya sebelum memulai adalah jangan dibaca ya kalau tidak akan dibaca sampai bagian akhir karena takut menimbulkan kesalahpahaman jika hanya dibaca sebagian saja . Tolong yaaa ….

Awassss brooo awassss aliran “sesat”
Loh belum apa-apa ko gue udah di bilang sesat sih ?
Jadi lo kira gue “sesat” cuma gara-gara gue bilang gitu ? Oke fix kita putus !!
Loh kapan jadiannya kita ? HaHaHa

Oke kembali pada pokok permasalahan . Gimana kawan ? Apakah kalian sudah berhasil terpengaruh oleh isu aliran sesat ? Ini itu dibilangnya sesat , beda dikit dibilang sesat , dikit-dikit sesat , ga ada kata lain selain “awas aliran sesat” . Kira-kira tersiksa ga sih hidup berpegang pada isu aliran sesat ? Saya pikir tersiksa sih , soalnya ruang gerak untuk mempelajari dan menemukan ilmu islam yang lebih luas jadi terbatas , bahkan mungkin tertutup . Begini aja ya , kalau kita takut mempelajari islam karena takut alirannya sesat , gimana kita bisa tahu dan menemukan islam  itu secara benar ? Bener ga ? Baiklah nanti di bagian akhir saya akan mencoba memberikan tips dan trik menyikapi isu aliran sesat *loh kayak mau apaan aja pake tips dan trik , emang lo mau sulap?* . Alhasil banyak orang yang berkata seperti ini karena termakan isu itu :

Ya udah gue mah menyikapinya mau biarin aja deh yang penting kan gue udah islam .
   Ya gue jalanin aja hidup gue sebagai orang islam seperti biasa .
   Ga usah aneh-aneh kayak di aliran-aliran “sesat” itu .
   Mau gimana juga terserah mereka yang penting gue ga kebawa-bawa .


            Lah mending kalo ga kebawa salah , kalo misalnya ga kebawa bener  rugi ga tuh guys ? Kalo kita bersikap acuh tak acuh pada agama sendiri , pantaskah ? Ada contoh nih misalkan seseorang ga mau ikutan suatu kajian Al-Qur’an katanya takut sesat padahal dia belum pernah mengikuti kajian tersebut , tapi sudah takut duluan gara-gara isu itu . Anehnya , ko kajian Al-Qur’an dibilangnya takut “sesat” ? Berarti secara tidak langsung dia berpikir bahwa yang tidak mengkaji Al-Qur’an itu tidak sesat ?  Bener ga ?
              Sebenernya "sesat" itu juga sudah Allah sebutkan dalam Al-Qur'an :

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai".

(Q.S. Al-‘Araaf 7:179)

                   Sesat itu ya menyesatkan . Kata Allah yang sesat itu yang tidak menggunakan potensinya untuk memahami islam lebih luas lagi dan mencari kebenaran . Nah itu baru sesat karena tidak tahu yang mengakibatkan seseorang jadi tersesat . Sesat itu kan jadi menyesatkan yang akhirnya seseorang tersesat bukan ? Nah itulah kriteria sesat menurut Allah dan kita juga sebagai umat islam seharusnya paham , jangan asal menyebut "sesat" . Masa iya hal yang bener ga mau dipelajari bilangnya takut "sesat" juga ? Kalau mau terus-menerus berpegang pada ketakutan isu "sesat" itu sehingga tidak mau mencari kebenaran , monggo hidup dalam kesesatan dan ketidaktahuan . HeHe .
            Tidak sadarkah kawan ? Sebenarnya isu-isu itu lah yang memecah belah umat islam . Tidak sadarkah dalang dibalik itu semua menginginkan perpecahan dalam islam itu sendiri ? Perbedaan tentang cara menyampaikan suatu ilmu islam itu bukannya wajar ? Yang tidak wajar itu kalau sudah menyimpang dari As-Sunnah dan Al-Qur’an . Kalau berbeda cara menyampaikan saja apakah itu pantas dibilang “sesat”? Kalau menyampaikannya menggunakan bom sih itu memang salah , nah itu baru sesat karena menyimpang dari As-Sunnah , toh Rasul tidak pernah mengajarkan untuk menyampaikan dengan kekerasan dan paksaan . Itu baru namanya menyimpang . Kalau umat islam sudah terpecah belah akibat isu aliran “sesat” yang memang hal itu sangat diinginkan oleh musuh islam , bagaimana nasib islam kedepannya ? Bagaimana nasib kita ? Tolong buka mata hati ya kawan , perbedaan itu bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan , KECUALI kalau memang perbedaannya sudah pada tahap yang tidak sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah . Kalau suatu hal masih ada dalam keduanya , tidak perlulah dijadikan alat untuk memecah belah islam itu sendiri . Tidak sadarkah kawan ? Musuh islam disana sibuk menjatuhkan dan mengadu domba umat islam dengan menjadikan islam itu sendiri sebagai “kedok” yang akhirnya umat islam kini banyak terpengaruh dan sayangnya mereka tidak menyadari . Musuh islam sibuk mencari perbedaan yang seharusnya tidak dibesar-besarkan untuk dijadikan senjata agar sesama umat islam saling menjatuhkan , sedangkan kita ? Kenapa malah sibuk mengurusi isu-isu yang tentu tidak sepenuhnya benar ? Mengapa kita malah sibuk mengorek-ngorek kesalahan dan kelemahan umat islam sendiri untuk menjatuhkan umat islam yang lain ? Kenapa kita tidak sibuk saja mencari kelemahan musuh islam disana yang ingin memecah belah kita ?
               Belum lagi sekarang heboh tentang ISIS . Wah tambah takut aja pasti kalo mau belajar islam , takut nantinya kayak ISIS , iyaaaa kan ? Sekarang kita pikir pakai logika ya kawan , kita mencoba sedikit saja menjadi manusia kritis kali ini , coba renungkan apakah ISIS itu islam ? Saya kira BUKAN . Kenapa ? Karena dari dulu islam tidak mengajarkan cara-cara seperti itu , maka itu tidak sesuai As sunnah dan Al Qur'an iyaa kan ? Oke fix berarti itu menyimpang . Saya pikir ISIS itu hanya oknum-oknum yang ingin menghancurkan umat islam dengan mengaku dan berkedok sebagai islam , dan mirisnya orang-orang akhirnya terpengaruh dan takut pada islam itu sendiri . Oke kalau misalnya sekarang agama yang dianut ISIS itu memang islam , tapi menurut logika saya tetap saja mereka bukan islam karena caranya tidak sesuai dengan yang diajarkan islam . Bener ga ? Sadarkah kawan bahwa itu oknum penghancur islam ? Mereka ingin menjatuhkan islam di mata semua orang , bahkan dimata umat islam itu sendiri . Kalau umat islam sendiri aja takut buat mempelajari islam gara-gara hal itu , apalagi non islam iya ga ? bukankah nantinya mereka sulit dan enggan masuk islam ? Justru ISIS itu malah menghancurkan nama baik islam dimata dunia . Bener ga ? Kalau nanti umat islam sudah terpecah , maka musuh islam akan merasa aman karena musuh mereka tidak lagi bersatu dan lemah . Islam itu damai kawan , islam itu indah , jangan biarkan islam melemah dengan perpecahan dalam islam itu sendiri . Mereka itu orang yang mengaku islam , tetapi tidak berislam . Baiklah lupakan ISIS , kembali ke isu aliran "sesat" .
             Lantas bagaimana menyikapi isu aliran "sesat" ? Nah , saya akan mencoba memberikan tips untuk menyikapi isu aliran “sesat” yang menyebar ini , biasanya sasarannya adalah mahasiswa . Kenapa ? Karena mahasiswa adalah aset suatu umat terutama umat islam , dan para generasi muda lah yang akan berpengaruh . Tips ini hanya berdasarkan pengalaman saya saja dan jika memang benar maka itu dari Allah , jika ada yang  salah itu dari diri saya jadi mohon dimaafkan ya kawan . Baiklah cekidooooot , ini tips nya …

  1. Menjadi manusia , khususnya mahasiswa yang harus berpikir kritis terhadap sesuatu . Artinya , sebelum          menjudge sesuatu kita tidak boleh terlebih dahulu menyimpulkan bahwa itu salah atau itu benar .                    Cobalah dulu dan buktikan dengan mata kepala dan otak sendiri ya kawan .
2. Buka lebar-lebar mata dan pintu hati kalian ya kawan , jangan ditutup karena kebenaran tak akan bisa           masuk jika tertutup .
3. Jangan dengarkan apa kata orang sebelum hati dan pikiran kita yang memutuskan sesuatu itu benar atau         salah . 
4. Jangan lihat siapa yang menyampaikan dan jangan lihat bagaimana yang menyampaikan , tapi lihatlah            apa yang disampaikan itu benar atau salah menurut hati dan pikiran . Kenapa menurut hati ? Karena hati         lah alat dimana kita bisa berkomunikasi dengan Allah Sang  Pemilik Kebenaran .
5. Sering-sering berdoa pada Allah minta petunjuk agar dituntun dalam jalam kebenaran 
6. Jangan judge seseorang dari covernya . Belum tentu orang yang terlihat baik itu juga baik dimata Allah .         Lah hati manusia siapa yang tahu kan ?
7. Hindari rasa takut berlebihan yang akan membuat kita untuk terus berdiam diri tanpa mencari                         kebenaran . Kalo takut terus kapan bisa maju nya ? Iya ga ? Kalau misalnya dulu itu Rasul tidak                   memperjuangkan islam karena beliau merasa takut , mana bisa islam sampai kepada kita seperti ini ,             bener ga guys ?
8. Ajaran yang benar itu akan sesuai dengan hati dan pikiran kita kawan , ajaran yang benar itu cirinya               akan membuat kita nyaman dan tenang karena merasa dekat dengan Allah  . Seperti itulah kebenaran . 
9. Ikutilah bila itu benar dan cepat tinggalkan jika memang menurut logika dan hati itu salah dan tidak sesuai       syariat

            Ada yang masih takut dengan isu itu ? Dan masih tetap mau berdiam diri saja walau di adu domba oleh musuh islam ? Silahkan di renungkan ya kawan . Kebenaran itu dicari kawan , kebenaran itu tak akan datang jika tak dijemput . Kebenaran itu adalah hidayah , hidayah itu seperti cahaya matahari yang memancar . Kita tak akan bisa merasakan hangatnya jika kita hanya berteduh saja , kita harus mengejarnya , mendekatinya , dan menjemputnya . Itulah kebenaran . Jangan lupa banyak-banyak berdoa supaya dibukakan pintu hatinya juga ya kawan dan banyak-banyak minta petunjuk pada Allah agar dimudahkan dalam menjemput cahaya kebenaran itu . Semoga dapat menemukan kebenaran dan bagi yang sudah menemukan semoga tetap teguh dan istiqomah di jalan-Nya ya guys .
         Saya menulis berdasarkan apa yang saya rasa dan apa yang saya alami , tentu apa yang pernah saya alami juga adalah apa yang dikehendaki oleh Allah , karena jika Allah tidak mengehendaki maka itu takkan terjadi . Iya kan ? Saya juga menuliskan ini untuk mengingatkan diri saya sendiri . Ya mudah-mudahan dapat sedikit membuka mata hati para pembaca juga.Aamiin. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam apapun . Saya hanya manusia biasa yang penuh dengan kesalahan namun hanya ingin mencoba untuk menyampaikan apa yang saya ketahui . Saya juga masih perlu bimbingan dan pelajaran . Terimakasih ya kawannn sudah meluangkan waktunya .
Wassalamualaikum 









Comments