Kekayaan itu Bernama Wanita

Bismillah . Assalamualaikum  Warahmatullah …
            


                 Ceritanya kemarin saya iseng membuka twitter , niatnya sih mau cari info tentang ospek nanti , tapi saya menemukan postingan tweet menarik dari kemendikbud yang inti isinya yaitu KBRI di Berlin-Jerman menyelenggarakan lomba pidato bahasa Indonesia bagi para remaja di Berlin dan para peserta pun begitu antusias mengikutinya . Alhasil saya penasaran sekaligus bangga juga karena Jerman bisa mengenal Indonesia dengan aktif mempelajari bahasa Indonesia itu sendiri . Lalu saya klik postingan itu dan layar pun berpindah ke halaman yang saya tuju . Disana saya membaca daftar nama 3 pemenang lomba dan topik-topik yang diangkat oleh mereka . Hati saya begitu tertarik pada topik yang dibawakan oleh juara satu lomba tersebut , topik yang diangkatnya yaitu tentang “Kekayaan Indonesia , Wanita” saya lupa bagaimana persisnya yang di tulis di halaman itu , tapi yang saya ingat adalah : kekayaan Indonesia , wanita . Dan itu yang menarik hati saya .
            Anda tahu wanita ? Ya saya juga salah satu makhluk bernama wanita . Saya pernah sekilas membaca sebuah buku yang berjudul Kepribadian Teori Klasik –tapi sayang saya lupa nama pengarangnya siapa- dan disana bagian yang saya baca adalah mengenai perbedaan pria dan wanita . Ada kalimat yang tertulis seperti ini "pria memang lebih kuat secara fisik dibandingkan wanita , tetapi wanita memiliki daya tahan yang lebih tinggi di bandingkan pria" . Saya rasa itu memang betul . Menurut penelitian yang tertulis di buku itu juga mengatakan bahwa pria lebih mudah terserang penyakit dibandingkan wanita dan angka kematian pria pun lebih tinggi dari wanita (penelitian di Amerika) , serta kedewasaan pun lebih cepat tumbuh pada diri seorang wanita daripada pria .
            Wanita itu istimewa bukan ? Sampai pemenang lomba pidato itu pun mengatakan bahwa wanita itu adalah sebuah kekayaan . Lantas bagaimana biasanya orang-orang memperlakukan kekayaannya ? Jelas kekayaan itu akan dijaga , diperhatikan , dilindungi , dipertahankan dan disimpan di tempat yang baik pula . Kenapa wanita itu adalah suatu kekayaan ?
            Sekarang pikirkan saja , Allah menciptakan bumi ini beserta seluruh potensinya untuk membantu kehidupan manusia , mulai dari sumber daya alamnya yang melimpah untuk kemakmuran seluruh umat manusia . Kalau saja wanita itu tidak melahirkan anak-anak yang akan mengelola dan menjaga itu semua , lalu bagaimana ? Manusia tidak akan bertambah menjadi lebih banyak . Jika saja para wanita yang melahirkan anak tidak mau mendidik dan merawat anaknya itu , bagaimana orang-orang hebat dan cerdas saat ini bisa tumbuh dengan baik ? Juga bagaimana dengan Barack Obama ? Seseorang yang terkenal karena menjadi pemimpin di negara adidaya , memang Anda pikir dia keluar dari rahim siapa ? Pastilah dari rahim seorang wanita . Lagi-lagi wanita kan yang berperan ?
            Contoh yang harus dijadikan teladan oleh para wanita yang lain itu adalah mereka para wanita hebat . Siapakah yang dapat menandingi kecerdasan Aisyah r.a istri dari Rasulullah S.A.W yang paling banyak menghafal dan meriwayatkan hadits serta kemampuan dan pengetahuannya yang tinggi tentang ilmu fiqih , sastra , dan pengobatan ? Siapa yang tidak merasa takjub dengan kesabaran dan kesetiaan Khadijah r.a yang disebabkan karena kemuliaannya beliau mendapatkan salam langsung dari Allah S.W.T ? Siapa yang tidak ingin seperti Fatimah r.a menjadi pemimpin wanita di surga ? Mereka memang sangat luar biasa . Jangan beralasan kalau mereka itu terlahir di zaman Rasul sehingga kita merasa pesimis untuk mengikuti jejak mereka . Justru karena mereka terlahir di zaman Rasul hidup mereka lebih sulit dibandingkan kita yang saat ini tinggal menikmati hasil perjuangan orang-orang terdahulu . Kita bisa meneladani mereka , bahkan kita harus . Bukan hal mustahil kalau kita juga bisa menjadi wanita yang luar biasa meskipun mungkin dalam keadaan yang berbeda .
            Ketika Allah telah mengistimewakan wanita , tapi kenapa mereka sendiri yang merendahkan dirinya ? Tidak sayangkah pada diri ? Ketika Allah memerintahkan untuk menutup yang seharusnya ditutup saja mereka enggan , padahal seandainya saja mereka tahu bahwa itu juga untuk kebaikannya sendiri . Ya saya tahu mungkin kebanyakan berkata “saya belum siap menutup aurat , saya masih takut di copot-copot hijabnya . Kelakuan saya juga masih belum baik.” Kalau itu alasannya apakah kawan semua mau jika seandainya Allah juga belum siap untuk memberikan nikmat dan rezeki-Nya ? Namun betapa beruntungnya kita bahwa Allah itu senantiasa melimpahkan nikmat-Nya pada kita meskipun kita seperti itu pada-Nya .
Sekarang mengenai kelakuan yang belum pantas menjadikan diri untuk berhijab . Allah kan bilangnya di Al-Qur’an itu wajib wahai kawankuuu , kalau misalnya Allah berkata kira-kira seperti ini “katakanlah kepada para wanita muslim untuk mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh , kecuali untuk yang belum siap dan perilakunya masih kurang baik maka janganlah dulu menutup aurat dan jangan dulu mengulurkan jilbabnya” Kawaaaannnn buka hati kalian ya , apakah Allah berkata seperti itu ? Tentu TIDAK kan ? Allah menegaskan bahwa menutup aurat itu adalah kewajiban tidak terkecuali bagi yang kelakuannya masih kurang baik . Justru itu salah satu fungsi hijab , adalah untuk membantu mengurangi dan menghilangkan perilaku kurang baik tersebut . Sekarang kawan semua silahkan renungkan ya , kalau rajin melakukan ibadah yang hukumnya sunah , sedangkan menutup aurat yang hukumnya wajib itu ditinggalkan , bukankah tidak jauh berbeda dengan melakukan shalat dhuha, tahajud , hajat dan sebagainya tanpa terlewat sekalipun , sedangkan tidak pernah melaksanakan shalat 5 waktu yang hukumnya wajib , nah bagaimana menurut kalian kawannnn ?

Sumber gambar : Sumber Gambar 1 dan Sumber Gambar 2

            Wanita itu sebagai madrasah utama . Jadilah madrasah yang berkualitas . Karena madrasah yang berkualitas akan menghasilkan didikan-didikan yang berkualitas pula . Akan menghasilkan generasi-generasi baru yang berkualitas . Akan menciptakan banyak hal yang berkualitas yang akhirnya tentu akan menjadi kemenangan . Kemenangan untuk para pendidik dan untuk semua umat manusia . Kemenangan yang dirahmati oleh Allah . Kemenangan yang membawa berkah bagi seluruh penghuni bumi . Aamiin . Semoga kita sebagai wanita mampu memainkan peran dengan baik . Jangan pernah mau direndahkan dan ditindas , karena kita istimewa kawan .
            Semoga postingan kali ini bermanfaat dan dapat memberikan setitik motivasi . Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan . Dan jika terdapat kebenaran maka itu mutlak karena petunjuk Allah , sedangkan kesalahan berasal dari diri saya . Wallahu ‘alam bisshawab  .
Terimkasih . Wassalamualaikum Warahmatullah .
           
                  


Comments