Perlu Diketahui , Hari Ibu atau Mother's Day ?




Soekarno dan Aktivis Permpuan Indonesia (Sumber Gambar)

Media sosial bahkan media massa hari ini sedang ramai membicarakan masalah “Hari Ibu” , tahukah apa itu Hari Ibu ? Umumnya Hari Ibu itu saat ini bermakna hari kasih sayang untuk Ibu , namun kenyataannya? Mari kita tinjau secara historis . Sesuatu yang tidak ditinjau secara historis biasanya akan jauh menyimpang dari makna sebenarnya . Ya sama halnya seperti Hari Ibu yang saat ini diperingati oleh masyarakat secara umum di Indonesia.
Kita lihat terlebih dahulu kehidupan Kartini . Dia adalah seorang perempuan Jawa keturunan bangsawan dimana keluarganya menerapkan adat Jawa yang kuat . Kartini awalnya hanya memperoleh pendidikan dasar saja dan tidak diizinkan untuk memperoleh pendidikan lebih tinggi karena menurut adat Jawa , wanita harus dipingit sampai akhirnya ada bangsawan lain yang datang melamarnya. Begitu pula Kartini , dia harus hidup dalam pingitan . Namun batinnya tidak menghendaki hal itu terjadi , dia berpikir bahwa wanita itu seharusnya bisa memiliki kedudukan atau kesetaraan yang sama dengan laki-laki , inilah yang dimaksudkan dengan emansipasi . Kartini akhirnya mendirikan organisasi bagi kaum perempuan yang bernama ‘Jong Java’ di Jawa. Organisasi ini tidak lain untuk mengembangkan kaum wanita yang seolah-olah tertindas pada saat itu .
Berbagai organisasi perempuan akhirnya muncul hingga pada akhirnya tanggal 22-25 Desember 1928 diadakan kongres wanita pertama yang diberi nama “Kowani” , kongres ini diikuti oleh berbagai organisasi kaum perempuan dari seluruh Indonesia. Pada kongres ke III ditetapkanlah tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu karena semua Ibu adalah perempuan dan umunya semua perempuan pasti akan menjadi ibu. Soekarno juga mengeluarkan Dekrit Presiden yang isinya juga mentapkan bahwa tanggal 22 Desember diresmikan sebagai Hari Ibu di Indonesia .
Sejak saat itu hingga masa orde baru tanggal 22 Desember , diperingati sebagai Hari Ibu yang maknanya adalah untuk memperingati pergerakan kaum perempuan Indonesia , untuk meningkatkan semangat bagi organisasi-organisasi dan para aktivis perempuan di Indonesia . Namun hal itu berubah sejak masa reformasi hingga saat ini , makna peringatan untuk pergerakan perempuan ini berubah menjadi Hari Ibu yang terlihat mirip dengan peringatan Mother’s Day di Eropa dan negara-negara lainnya .
Setiap negara di dunia memiliki makna dan waktu yang berbeda dalam memperingati Mother’s Day. Dalam mitologi Yunani , Mother’s day ditujukkan untuk melakukan penghormatan terhadap Dewi Rhea (Ibu para dewa) , peringatannya jatuh pada bulan Maret . Mother’s Day di Amerika juga berbeda dengan Mother’s Day di Eropa . Sehingga 22 Desember di Indonesia adalah hari peringatan bagi pergerakan kaum perempuan melawan penindasan , dan awal mula kebangkitan perempuan di Indonesia . Jelas saja hal ini memiliki makna yang berbeda dengan Mother’s Day di Eropa dan negara-negara lain. Kebanyakan orang seringkali melakukan generalisasti terhadap sesuatu , namun kesalahan dalam generalisasi tersebut memang seringkali di abaikan. Sehingga orang banyak menyimpulkan bahwa Hari Ibu sama dengan Mother’s Day di Eropa , padahal jelas sekali maknanya berbeda. Mungkin saja dulu memang Mother’s Day di Eropa sedang ramai dibicarakan , sehingga para aktivis perempuan bisa saja terinspirasi dari sana , namun perbedaan makna di antara keduanya jelas terlihat. Sehingga tanggal 22 Desember ini janganah dijadikan peringatan yang hanya sebatas peringatan saja , tetapi dijadikan sebagai pemicu semangat agar menjadi perempuan yang lebih produktif dan membawa perubahan bagi dunia sesuai dengan koridor dan tujuan yang telah ditetapkan dalam penciptaan oleh Sang Maha Kuasa.


Rujukan :

Soeroto , Sitisoemandri . Kartini Sebuah Biografi . Jakarta : PT.Gunung Agung , 1982 

Comments