Vereenigde Oost Indische Compagnie
atau yang biasa disingkat VOC merupakan sebuah perusahaan dagang asal
Belanda , atau juga dikenal dengan MNC (Multinational Corporation) .
Orang-orang Belanda saat itu memang sedang giat mencari rempah-rempah ke
daerah baru sehingga tidak mungkin jika semua orang Belanda pergi
mencari rempah-rempah , akhirnya dibuatlah suatu kongsi dagang yang
meliputi perwakilan dari berbagai perusahaan di Belanda yang akan pergi
ke Nusantara . Peta merupakan sebuah bekal bagi mereka saat itu untuk
berlayar melewati ganasnya samudera dan mereka pergi dengan keberanian
mempertaruhkan nyawa .
Sejarah Indonesia mencatat bahwa VOC datang ke Indonesia awalnya hanya untuk memcari rempah-rempah , namun dengan kesempatan yang ada dan dengan watak keserakahannya akhirnya mereka melakukan monopoli dagang di Nusantara . Perang saudara yang terjadi di berbagai wilayah di Nusantara seperti misalnya pertikaian antara Sultan Hasanuddin dari Gowa dan Arung Palakka dari Bone menjadi celah bagi VOC untuk turut serta dalam pertikaian dalam menjalankan politik devide et impera (politik adu domba) yang menjadi jurus andalan orang-orang VOC untuk memperoleh berbagai keuntungan . Alhasil setelah VOC mendapatkan kekuasaan , mereka bertindak sewenang-wenang dan bahkan kerap melakukan penyiksaan melalui kebijakan bagi rakyat Nusantara . Bahkan VOC seringkali melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dalam rangka mewujudkan tujuannya yaitu untuk berkuasa di Nusantara .
Lain halnya dengan sejarah Belanda yang mencatat bahwa VOC datang ke Nusantara hanya untuk berdagang dan mencari rempah-rempah saja . Bahkan orang-orang Belanda saat ini tidak mengetahui bahwa VOC ternyata melakukan hal-hal yang tidak berperikemanusiaan dan merugikan rakyat Nusantara . Sejarah Belanda mencatat bahwa VOC justru mendatangkan kebaikan bagi rakyat Nusantara dan tugas VOC ke Nusantara adalah mulia , diantaranya adalah mengadakan pendidikan dan kemajuan bagi rakyat Nusantara, untuk modernisasi infrastruktur , menciptakan pusat kesehatan , dan memajukan peradaban . Dilihat dari hal tersebut kedatangan VOC ke Nusantara memang sesuatu yang menguntungkan , namun sejarah Belanda memang tidak menampilkan sisi negatif dari VOC ini.
Perbedaan sejarah lainnya misalnya seusai Perang Dunia II pada 1945-1950 terjadi Agresi Militer Belanda . Sejarah Indonesia mencatat bahwa Agresi Militer Belanda ini merupakan serangan pasukan militer Belanda sebagai agresi militer , tetapi beda halnya dengan sejarah Belanda yang mencatat bahwa hal ini disebut sebagai politionel acties yang bertujuan untuk menertibkan keadaan dan dipercaya bahwa ini merupakan aksi kepolisian , bukan aksi militer .
Pandangan sejarah dari dua sudut ini memang wajar terjadi . Indonesia memang tidak terima dengan sikap VOC saat itu karena membawa banyak kerugian dibandingkan keuntungannya , sedangkan bagi Belanda mereka juga malu jika keburukan mereka terungkap bahwa mereka melakukan praktek kolonialisme di Nusantara , sehingga jarang sekali catatan sejarah disana mengungkapkan sisi negatif atau keburukan mereka di Nusantara . Akhirnya memang akan selalu ada dua pandangan terhadap suatu kejadian , antara positif dan negatif ataupun keduanya tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Comments
Post a Comment